Langsung ke konten utama

Postingan

Hukum Bunga Bank

Ragam Pendapat Ulama tentang Hukum Bunga Bank.  Riba secara bahasa berarti tumbuh dan tambah. Sedangkan secara istilah, Abdurrahman Al-Jaziri dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah mengartikannya sebagai “bertambahnya salah satu dari dua penukaran yang sejenis tanpa adanya imbalan untuk tambahan ini”. Misalnya, menukarkan 10 kilogram beras ketan dengan 12 kilogram beras ketan, atau si A bersedia meminjamkan uang sebesar Rp300 ribu kepada si B, asalkan si B bersedia mengembalikannya sebesar Rp325 ribu.    Para ulama, baik ulama salaf (mazhab empat) maupun ulama kontemporer, semua sepakat akan keharaman riba. Bahkan ulama yang membolehkan bunga bank, juga mengharamkan riba.  (Lihat: Al-Mabsut juz 14 halaman 36, Al-Syarh al-Kabir juz 3 halaman 226, Nihayatul Muhtaj juz 4 halaman 230, Al-Mughni juz 4 halaman 240, Al-Tafsir al-Wasit juz 1 halaman 513).   Dengan demikian dapat dipahami bahwa perbedaan pendapat ulama bukan soal hukum keharaman riba, ...

Amalan Sayyidina Ali كرم الله وجهه

  Tenangkan Jiwa Dengan Amalan Ali Bin Abi Thalib Oleh ; Bagus Santoso ( Wabup Bengkalis ) "Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu." ( Ali Bin Abi Thalib). Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu (599-661 M) adalah Khalifah keempat yang berkuasa sekitar 4-5 tahun. Beliau adalah sepupu Nabi Muhammad shallalalhu 'alaihi wa sallam (SAW) yang juga menantunya setelah menikahi putri Nabi , Fatimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha. Salah satu keistimewaan Ali bin Abi Thalib adalah beliau merupakan orang kedua menerima dakwah Islam, setelah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Shallallahu 'alahi wa sallam. Menurut sejumlah riwayat, di usianya yang ke-8 tahun, Ali bin Abi Thalib sudah bersedia masuk Islam setelah mendengar dakwah Nabi. Uniknya, Ali bin Abi Thalib tidak meminta izin terlebih dahulu pada orang tuanya untuk masuk Islam di usia yang sangat belia...

Al Ihlas dan Muawidhatain

Hadits Surah Al-Ihlas dan Mu'awidhatain Penyusun : Moh Ali Rohman 0- خَرَجْنا في ليلةِ مَطَرٍ وظُلْمةٍ شديدةٍ نَطْلُبُ رسولَ اللهِ - صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم -، فأَدْرَكْناهُ، فقال : قُلْ، قلتُ : ما أقولُ ؟ ! قال : { قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ } ؛ والمَعُوذَتَيْنِ، حين تُصْبِحُ وحين تُمْسِي ثلاثَ مراتٍ ؛ تَكْفِيكَ من كلِّ شيءٍ الراوي : عبدالله بن خبيب | المحدث : الألباني | المصدر : هداية الرواة | الصفحة أو الرقم : 2104 | خلاصة حكم المحدث : حسن صحيح      خرجنا في ليلةِ مَطَرٍ وظُلْمَةٍ شديدةٍ نطلبُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم لِيُصليَ لنا ، فأدركناه ، فقال : أصليتم ؟ فلم أقلْ شيئًا ، فقال : قلْ . فلم أقلْ شيئًا ، ثم قال : قلْ. فلم أقلْ شيئًا ، ثم قال : قلْ : فقلتُ : يا رسولَ اللهِ، ما أقولُ ؟ قال : قل هو الله أحد والمُعَوِّذَتين حينَ تُمسي وحينَ تُصبحُ ثلاثَ مراتٍ تُكفيك مِن كلِّ شيءٍ. الراوي : عبدالله بن خبيب | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح أبي داود الصفحة أو الرقم: 5082 | خلاصة حكم المحدث : حسن كان النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم حَريصًا على ما يَنْفعُ أصحابَه رض...

Zaman Azali

  Tentang Zaman Azali dan Ketetapan Takdir Allah SWT Ilustrasi. Apa yang dimaksud dengan zaman azali? (Foto: Pradita Utama/detikcom) Zaman azali   adalah zaman ditetapkannya takdir oleh Allah SWT. Dengan kata lain, zaman ini adalah zaman sebelum diciptakannya manusia. Menurut buku  Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas IX  oleh Harjan Syuhada, kata azali sendiri berarti ketetapan yang sudah ada sebelum keberadaan atau kelahiran semua makhluk termasuk manusia. Untuk itu, zaman azali juga disebut sebagai zaman penetapan takdir yang akan dijalani oleh semua makhluk-Nya. H. Darwis Abu Ubaidah dalam Tafsir Al-Asas menjelaskan, ketetapan yang sudah ada sejak zaman azali berkaitan dengan kebahagiaan, kesengsaraan, ajal, dan rezeki manusia. "Menurut pengertian akidah (keyakinan), qadha adalah semua keputusan Allah SWT terhadap sesuatu hal, termasuk yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesengsaraan, ajal, dan rezeki manusia di zaman azali, suatu zaman sebelum Allah SWT mencip...

Harut dan Marut

  Buka menu utama Cari Harut dan Marut Harut dan Marut  ( Bahasa Arab :  هاروت وماروت , transliterasi:  Hārūt  dan  Mārūt ) adalah dua  malaikat  yang diutus oleh  Allah  ke negeri  Babilonia . Nama kedua malaikat ini disebutkan di dalam  Al Qur'an  pada surat  Al Baqarah  ayat 102. [1] manuskrip Qur'an dari abad ke-7th Masehi, yang di tulis di atas  kulit . Para  mufassirin  berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan dua malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat Kisah  shahih Dikisahkan bahwa ada dua malaikat diutus oleh Alloh untuk turun ke Kota Babil, yakni sebuah kota di Irak bekas ibu kota Babilonia Kuno. Nama kedua malaikat tersebut adalah Harut dan Marut. Pada saat itu, warga kota diliputi ...