Antara Nelayan dengan Nabi Khidhir dan Nabi Musa Ilustrasi gambar Kapal atau perahu Nelayan : Di tepi laut yang sunyi diantara desiran angin, nyanyian camar, serta tarian pepohonan, Aku memandangi perahuku yang sudah tua renta. Ia bukan sekedar papan dan tali ,namun Ia adalah nafasku, tempat segala muara do'a harapan dan lelahku. Bersama saudara-saudaraku kami menggantungkan hidup dari laut dengan Perahu kayu tua yg sudah lapuk. Pagi itu datang orang asing, yg satu berwajah dalam, matanya seperti menyimpan rahasia langit. Ia hanya berkata singkat "...Ingin tumpangan? ". Aku mengangguk, tidak ada alasan untuk menolak, kecuali perasaan ganjil ( penasaran) yang kusembunyikan dengan seyum. Dan kami pun berlayar... Ditengah pelayaran Ia melubangi perahuku, dengan tangannya, melukai, melubangi satu-satunya harta Kami. Air mulai merembes, hatiku patah, mataku berkaca-kaca bersamanya, ingin rasanya berteriak menangi...
Tempat belajar bersama, saling bertukar pengalaman, diskusi dan saling bertukar pikiran. Semoga ilmu yang kita miliki bisa memberikan manfaat untuk diri kita dan orang lain. خير الناس انفعهم للناس https://warung-al-saribaru.business.site/