السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه الحمدللّٰه ربّ العالمين اللّٰهمّ صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Tata cara atau Adab dalam memperlakukan Al-Qur'an
Mengutip dari dawuhipun panjenenganipun Ustadz Sunarwi (Al Marhum) Guru di madrasah Diniyal Awaliyah (MDA) "AL Ma'arif" kembangan Kaliwungu Kendal Jawa Tengah sekarang berganti nama menjadi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) ula Al Ma'arif Kembangan. Beliau dawuh "nek nyelehake Al-Qur'an ojo neng ngisore buku liyane, Al-Qur'an di selehake paling duwur". Artinya: kalau meletakkan Al-Qur'an itu jangan di taruh di bawah buku yang lain, Al-Qur'an di taruh paling atas.
Di dalam menaruh Kitab Al-Qur'an, jika di taruh bersama dengan buku atau kitab-kitab yang lain, ketika posisi menaruhnya di tumpuk ke atas, maka tumpukan paling bawah buku yang isinya tulisan selain catatan agama Islam, atau tulisan umum. Kemudian buku yang isinya tentang agama Islam. Kemudian buku yang ada tulisannya ayat-ayat Al-Qur'an, kemudian Al-Qur'an terjemah, dan yang paling atas adalah Al-Qur'an.
Kalau posisi menaruhnya berdiri maka ditaruh secara berjajar. Mengenai urutannya bebas. Yang penting jangan ada buku, kitab atau barang-barang lain yang di taruh diatas Al-Qur'an.
Tata cara atau Adab dalam membawa Al-Qur'an.
Jangan samakan antara mengambil dan membawa Al-Qur'an dengan mengambil atau membawa buku umum. Saat kita mengambil dari rak atau meja tempat menaruh Al-Qur'an, caranya kita ambil dengan dua tangan atau dengan satu tangan tapi menggunakan tangan kanan.
Kemudian kita taruh di depan dada dengan di pegang memakai tangan kanan.
Tata cara atau adab menaruh Al-Qur'an saat hendak di baca.
Taruh Al-Qur'an di atas meja yang hendak kita gunakan untuk menaruh Al-Qur'an yang hendak kita baca. Atau taruh di atas bantal sebagai alternatif pengganti meja.
Atau pengganti meja yang lainnya, asal jangan sekali-kali menaruh Al-Qur'an di bawah atau di lantai. Sungguh itu sangat-sangat tidak menghargai Alloh SWT yang telah menciptakan Al-Qur'an dengan segala kemuliaannya, sehingga Al-Qur'an telah Alloh jadikan sebagai mu'jizat yang luar biasa, dan diberikan kepada makhluknya yang luar biasa, yaitu Baginda yang mulia Nabi Agung Muhammad SAW.
Tata cara atau adab posisi duduk dalam membaca Al-Qur'an
Seperti yang tertulis di Al-Qur'an terbitan lama, di lembaran Al-Qur'an halaman paling awal setelah lembaran Asmaul Husna. Adab-adab membaca Al-Qur'an :
* Berwudhu lebih dahulu. (syarat wajib membaca Al-Qur'an harus suci dari hadas kecil dan hadas besar).
* Menghadap Qiblat (menghadap Qiblat hukumnya Sunnah).
* Bersiwak (bersiwak hukumnya Sunnah)
Sudah umum di masyarakat orang-orang terdahulu, mereka tidak ada yang berani mengangkat lutut lebih tinggi dari Al-Qur'an, apalagi menaruh Al-Qur'an di lantai atau di bawah. Walaupun itu kitab yang isinya Surat Yasin ataupun ayat-ayat Al-Qur'an yang lain. Dan itu yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat sekarang. Sehingga ketika membaca Al-Qur'an maka posisi Al-Qur'an harus lebih tinggi dari lutut kita. Seumpama dalam kondisi tidak ada tempat untuk menaruh Al-Qur'an, maka Al-Qur'an harus di bawa, di pegang dengan tangan kanan.
Dalam segi berfikir orang-orang sekarang cenderung lebih cerdas. Tapi dalam segi akhlaq masyarakat sekarang cenderung kurang, demikian pula dengan keimanannya. Hal ini bisa di lihat dari tingkah laku kita sehari-hari. Dari segi ucapannya maupun di dalam bertetangga dan bermasyarakat.
Harapan penulis, dengan Membaca artikel ini kita menjadi lebih berAhlaqul-karimah, bertambah iman kita dan bisa lebih memulyakan Al-Qur'an, meski Al-Qur'an dalam bentuk penggalan-penggalan surat atau ayat. Dengan memulyakan Al-Qur'an semoga Alloh memulyakannya hidup kita baik di dunia maupun di Akhirat kelak. Amin
اللّٰهمّ صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
والحمدلله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar
Posting Komentar