Setelah wafatnya Rasulullah, lama sekali Bilal lama tidak mengunjungi Madinah. Sampai suatu malam Rasulullah muncul dalam mimpi Bilal dan menegurnya.. 😭😭
■Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa begini?" Bilal terbangun dan terkejut. Ia pun segera mempersiapkan perjalanan ke Madinah, menjenguk Nabi. Sudah bertahun-tahun ia meninggalkan Nabi.
Sesampainya di Madinah, tangis Bilal pun pecah karena rasa rindunya pada Nabi sang kekasih.😭
■Pada saat itu, dua orang pemuda yang sudah beranjak dewasa mendekatinya. Keduanya merupakan cucu kesayangan Nabi, Hasan dan Husein (putra Syaidah Fatimah RA).
Bilal yang sudah tua dengan berlinang air mata langsung memeluk kedua cucu Nabi itu. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal: “Wahai Paman, maukah engkau mengumandangkan adzan sekali saja untuk kami?
■Kami ingin mengenang kakek kami (Rasulullah).” Saat itu, Umar bin Khattab yang telah menjadi Khalifah melihat pemandangan yang mengharukan itu. Ia pun memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan azan, meski hanya sekali.
Bilal pun memenuhi permintaan tersebut. Ketika waktu salat tiba, beliau naik ke tempat biasa di mana beliau mengumandangkan azan ketika Nabi masih hidup. Dia mulai mengumandangkan azan.
■Saat kalimat “Allahu Akbar.. Allahu Akbar” diucapkan Bilal, tiba-tiba seluruh kota Madinah sunyi, segala aktivitas terhenti.
Semua orang terkejut, suara yang telah hilang selama bertahun-tahun itu mengingatkan sosok agung itu. Suara yang dinanti-nantikan telah kembali. Ketika Bilal mengucapkan kalimat “Asyhadu an laa ilaha illallah”,
seluruh isi kota Madinah berlarian menuju arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Saat Bilal melantunkan “Ashhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah dengan tangis dan ratapan yang sangat menyayat hati. Semua orang menangis, mengingat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab menangis paling keras.
Bahkan Bilal sendiri tak mampu melanjutkan adzan, lidahnya tercekat oleh air mata. Hari itu Madinah mengenang masa indah ketika Nabi SAW masih ada.
Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi Muhammad SAW. Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, merupakan adzan pertama dan terakhirnya Bilal sejak Nabi SAW wafat.
■Setelah itu, Bilal tidak pernah lagi mengumandangkan azan karena kesedihan dan kerinduannya mengingat sosok Nabi yang mulia dan agung.
Subhanallah, semoga kita bisa merasakan cinta seperti yang dirasakan sahabat Nabi yang bernama Bilal bin Rabbah radhiallahu 'anhu.

Komentar
Posting Komentar