Peristiwa Isra Mi'raj adalah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam satu malam (sekitar tahun 620-621 M) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), lalu naik ke langit ke-tujuh menuju Sidratul Muntaha (Mi'raj) untuk menerima perintah salat lima waktu. Mukjizat ini terjadi pada 27 Rajab sebagai penghibur hati Rasulullah setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib (tahun kesedihan/Amul Huzni).
Kronologi Peristiwa Isra Mi'raj:
Penyucian Hati:
Sebelum berangkat, dada Rasulullah dibelah oleh Malaikat Jibril dan hatinya disucikan dengan air zam-zam.
Isra (Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa):
Nabi Muhammad SAW menunggangi Buraq ditemani Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.
Imam Salat:
Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi memimpin salat bersama para nabi terdahulu.
Mi'raj (Kenaikan ke Sidratul Muntaha):
Nabi naik ke langit ketujuh dan bertemu nabi-nabi terdahulu: Nabi Adam (langit 1), Isa & Yahya (langit 2), Yusuf (langit 3), Idris (langit 4), Harun (langit 5), Musa (langit 6), dan Ibrahim (langit 7).
Sidratul Muntaha & Perintah Salat:
Nabi mencapai Sidratul Muntaha dan menerima wahyu perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.
Kembali ke Bumi:
Rasulullah kembali ke Makkah pada malam yang sama dan peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 1 dan An-Najm ayat 13-18.
Komentar
Posting Komentar